banner 728x250

Polrestabes Medan Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Motor Polisi Saat Gerebek Sarang Narkoba

Polrestabes Medan Pimpin langsung penggerebekan di jermal XV.
banner 120x600
banner 468x60
Polrestabes Medan Pimpin langsung penggerebekan di jermal XV.

MEDAN – Polrestabes Medan menangkap empat pelaku yang melakukan perlawanan hingga membakar sepeda motor polisi yang sedang melakukan penggerebekan sarang narkoba.

Awalnya, petugas dari Satresnarkoba Polrestabes Medan melakukan operasi di Jalan Beringin, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (16/12/2025).

banner 325x300

“Saat itu para pelaku melakukan penyerangan dengan melempari batu dan membakar sepeda motor petugas,” kata Kasat Polrestabes Medan AKBP Bayu Putra Wijayanto saat gelar konferensi pers di Polrestabes Medan pada Sabtu (20/12/2025).

Berangkat dari situ, pihaknya melakukan penyelidikan dan men4ngkap tiga pria, inisial AH, BG, dan A, serta seorang wanita, inisial LS.

“Telah kita cek urine positif narkoba,” ucap Bayu sekaligus menuturkan, AH berperan melakukan pembakaran.

LS disuruh membeli botol berisi pertalite untuk melakukan pembakaran. Sedangkan, BG dan A melakukan provokasi ke warga setempat untuk menyerang petugas dengan membawa sajam dan melempari batu.

Baca Juga  Anggaran Rp2,5 Miliar Pemeliharaan Kendaraan Dinas Kota Medan Disorot, Transparansi Dipertanyakan

“Masih ada dua pelaku yang DPO. Satu pelaku utama, inisial T, yang melakukan pembakaran dan BK yang memberi uang ke LS untuk membeli pertalite,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Polrestabes Medan menggerebek 24 lokasi peredaran narkoba dalam kurun waktu 72 hari, dari 9 Oktober sampai 19 Desember 2025.

Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengatakan, dari operasi itu ada 34 ppelau yang ditangkap.

Ada tiga tipe lokasi yang disasar, yakni barak narkoba, rumah yang dijadikan loket narkoba, dan tempat hiburan malam.

“Untuk loket ada 7 TKP, tempat hiburan 2 TKP, dan barak narkoba 15 TKP,” kata Calvijn saat diwawancarai di Polrestabes Medan pada Sabtu (20/12/2025).

Calvijn menjelaskan, dibeberapa lokasi narkoba, pihaknya mendapati pola para pelaku untuk menghindari operasi atau pun melawan petugas.

Baca Juga  "Goyang" Blok Akasia: Faisal dan Sulis Diduga Kendalikan Sabu dari Balik Lapas Labuhan Ruku, Ini Penjelasan Resminya

Misalnya saja, para pelaku menggunakan Handy Talky (HT) untuk berkomunikasi saat petugas masuk ke lokasi barak.

“Ironisnya, yang memegang HT ada yang tergolongan anak di bawah umur. Ada juga yang pakai alat drone untuk memantau. Lalu, ada juga yang memasang pagar kawat berlistrik di areal sekitar barak untuk mengancam jiw4 petugas,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Calvijn, para pelaku melakukan perlawanan dengan melempari batu, merusak kendaraan petugas, hingga memaksa pelaku yang ditangkap untuk dilepas.

“Ada 4 tersangka yang sudah kita tangkap karena menyerang petugas. Mereka memiliki sajam. Berupa gunting yang diruncingkan, memiliki airsoft gun, dan memiliki sisa botol bensin untuk memb4kar petugas. Ini ironi sekali,” sambungnya.

Baca Juga  Maraknya Judi Berkedok Warung Kopi di Tanah Karo, Sorotan untuk Penegakan Hukum

Oleh karena itu, Calvijn menegaskan kepada Kasat Reskrim maupun Kasat Narkoba untuk menangkap para pelaku yang berani menyerang petugas.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *