banner 728x250

“Goyang” Blok Akasia: Faisal dan Sulis Diduga Kendalikan Sabu dari Balik Lapas Labuhan Ruku, Ini Penjelasan Resminya

banner 120x600
banner 468x60

BATU BARA, Lambemedannews – Kabar miring kembali menerpa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku. Di tengah pergantian kepemimpinan, aroma tak sedap mengenai peredaran narkotika jenis sabu justru semakin menyengat. Nama Faisal dan Sulis, dua warga binaan di blok hunian, kini mencuat dan menjadi “momok” yang disebut-sebut sebagai otak di balik bisnis haram dari balik jeruji besi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal yang identitasnya dirahasiakan, praktik ini diduga kuat berpusat di Blok Akasia Kamar Nomor 1. Peredaran ini ditengarai telah berlangsung lama dan sangat terorganisir.

banner 325x300

Warisan “Orang Dalam” dan Tantangan Pimpinan Baru
Ironisnya, sumber tersebut mengungkap bahwa kelancaran bisnis narkoba ini tidak lepas dari dugaan perlindungan atau back-up dari oknum petinggi Lapas pada periode sebelumnya. “Mainnya di Blok Akasia Kamar 1. Peredaran ini sudah lama karena diduga ada keterlibatan orang dalam yang membekingi,” ungkap sumber.

Kini, bola panas berada di tangan pimpinan baru. Sebagaimana diketahui, Hamdi Hasibuan baru saja resmi menjabat sebagai Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku menggantikan pejabat lama pada akhir Desember 2025. Publik kini menanti keberanian Kalapas dan Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) yang baru untuk melakukan “bersih-bersih” total.

Baca Juga  Polrestabes Medan Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Motor Polisi Saat Gerebek Sarang Narkoba

Desakan Pembuangan ke Nusakambangan
Masyarakat dan pemerhati hukum mendesak agar pimpinan baru tidak sekadar melakukan razia seremonial. Langkah tegas berupa pemindahan (layar) terhadap napi bermasalah seperti Faisal dan Sulis ke Lapas dengan tingkat keamanan lebih tinggi (maximum security) menjadi harga mati.

“WBP bermasalah seperti Faisal dan Sulis harus segera dipindahkan ke lapas yang lebih ketat agar jaringan mereka terputus,” tambah sumber tersebut.

Tuntutan ini juga ditujukan langsung kepada Bapak Yudi Suseno, Bc.IP., S.Pd., M.Si, selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Utara. Beliau diharapkan segera mengambil tindakan diskresi untuk mengirim para gembong narkoba di dalam lapas ini ke Nusakambangan, demi menjaga integritas institusi pemasyarakatan di Sumatera Utara.

Pihak lembaga pemasyarakatan memberikan klarifikasi resmi guna menepis isu miring yang berkembang.

Baca Juga  Oknum TNI Diduga Terlibat Pengambilan Mesin CPU Meja Tembak Ikan

Klarifikasi Resmi: Sudah Tidak Berada di Lokasi
Menanggapi laporan mengenai dugaan peredaran narkotika yang menyeret nama kedua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tersebut, pihak Lapas Labuhan Ruku menegaskan bahwa Faisal dan Sulis saat ini sudah bukan lagi warga binaan di sana.
“Warga binaan atas nama Faisal dan Sulis bukan warga binaan Lapas Labuhan Ruku lagi,” ujar pihak Lapas dalam keterangan singkatnya guna menjernihkan spekulasi publik.

Langkah Tegas Kalapas Baru
Klarifikasi ini sejalan dengan komitmen Hamdi Hasibuan, yang baru saja resmi menjabat sebagai Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku sejak akhir Desember 2025. Sejak awal kepemimpinannya, ia menekankan pentingnya integritas petugas dan pembersihan lapas dari praktik-praktik ilegal.

Pemindahan narapidana berisiko tinggi (high risk) memang menjadi agenda rutin Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Sepanjang tahun 2025, tercatat ribuan narapidana telah dipindahkan ke Nusakambangan dan lapas maximum security lainnya.

Baca Juga  Eks Aparat Terciduk Usai “Belanja Buah Kristal”, Panik Sendiri di Jalanan Tembung

Masyarakat Tetap Awasi “Bersih-Bersih” Lapas
Meski kedua nama tersebut dipastikan sudah keluar dari Labuhan Ruku, masyarakat tetap berharap agar pengawasan di dalam blok hunian, khususnya Blok Akasia, terus diperketat agar tidak muncul “Faisal dan Sulis baru”. Publik kini menunggu langkah lanjutan dari Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara untuk memastikan bahwa setiap WBP yang bermasalah benar-benar ditempatkan di sel isolasi atau lapas dengan pengamanan super ketat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *