banner 728x250
Berita  

Pimpinan Salah Satu Media Online di Sumut Diduga Diculik Oknum Aparat, Dipaksa Buat Video Klarifikasi

banner 120x600
banner 468x60

Medan, Lambemedannews — Kebebasan pers kembali mendapat ancaman serius. Salah satu pimpinan media online di Sumut berinisial SP diduga menjadi korban penculikan oleh oknum aparat setelah menayangkan pemberitaan terkait dugaan praktik kondesat dan meja tembak ikan di Kabupaten Langkat.

Kepada wartawan, SP mengungkapkan bahwa dirinya awalnya dihubungi seseorang yang meminta bertemu untuk membahas klarifikasi atas berita yang telah tayang di media miliknya.

banner 325x300

“Saya ditelepon oleh seseorang untuk diajak bertemu di salah satu kafe di Kota Medan. Setelah saya datang ke lokasi yang disepakati, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal dan diminta masuk ke dalam mobil dengan alasan memberikan klarifikasi,” ujar SP, Selasa (12/5/2026) malam.

Baca Juga  Modus Ingin Kerja SPA, Caca Diduga Gelapkan Uang Owner

Situasi berubah mencekam ketika SP melihat sosok pria berbaju loreng mirip seragam TNI yang diduga ikut menekan dirinya. Dalam kondisi ketakutan dan penuh intimidasi, SP mengaku tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti permintaan mereka.

“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi bahwa berita yang saya tayangkan tidak benar,” tegasnya.

Tidak hanya itu, SP juga mengaku sempat mendapat pesan agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada rekan wartawan lainnya.

“Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkap SP menirukan ucapan yang diduga disampaikan oknum aparat tersebut.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan jurnalis dan kebebasan pers di Sumatera Utara. Dugaan intimidasi hingga penculikan terhadap wartawan dinilai sebagai bentuk pembungkaman terhadap kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

Baca Juga  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa tersebut.

Pangdam l/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa dan Kapten Marinir Rizal Ardiansyah, perwira di Yonif 8 Marinir, Langkat, Sumatera Utara, belum memberikan keterangan resmi setelah dilayangkan konfirmasi via telepon seluler maupun pesan WhatsApp.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *