banner 728x250
Berita  

Minyakita Langka di Pasar, Ternyata Ribuan Ton Menumpuk di Gudang: Disperindag Sumut Bongkar Akar Masalah Distribusi

banner 120x600
banner 468x60

SUMUT, Lambemedannews – Di tengah keluhan masyarakat soal kelangkaan Minyakita, fakta mengejutkan justru terungkap. Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Sumatera Utara menemukan bahwa stok minyak goreng subsidi tersebut sebenarnya melimpah bahkan mencapai ribuan ton, namun tersendat di gudang.

Temuan ini diperoleh setelah tim melakukan monitoring langsung ke sejumlah gudang milik Perum Bulog Kanwil Sumut di kawasan Medan dan sekitarnya pada pertengahan April 2026.

banner 325x300

Stok Melimpah, Tapi Tak Sampai ke Masyarakat

Kepala Disperindag ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengungkapkan total stok Minyakita yang tersimpan mencapai sekitar 2.415 ton. Ironisnya, dari jumlah tersebut, hanya 27 ton yang dialokasikan untuk pasar umum, sementara sisanya lebih dari 2.300 ton dikunci untuk program Bantuan Pangan (Bapang).

Baca Juga  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Gudang-gudang seperti Mustafa, Jemadi, dan Mabar menjadi titik penumpukan utama. Bahkan, satu gudang saja bisa menyimpan ratusan ton minyak goreng yang belum bergerak ke pasar.

Distribusi Tersendat, Angka Penyaluran Rendah

Data distribusi menunjukkan masalah serius. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, penyaluran Minyakita ke pengecer tidak pernah menyentuh 50% dari total pasokan:

  • Januari: 33%
  • Februari: 47%
  • Maret: turun lagi ke 33%

Artinya, sebagian besar stok masih tertahan di gudang dan belum dinikmati masyarakat.

Akar Masalah: Skema Bantuan yang Kaku

Menurut Dedi, hambatan utama bukan pada ketersediaan barang, melainkan pada sistem distribusi program Bapang. Dalam skema ini, Minyakita harus disalurkan bersamaan dengan beras dalam satu paket.

Masalah muncul karena kemasan beras bergantung pada bahan baku impor berupa biji plastik. Dampak global, termasuk konflik di Timur Tengah, membuat harga bahan tersebut melonjak dan pasokannya terganggu.

Baca Juga  Misteri Mayat Didalam Box, Ini Wajah Pelaku

Akibatnya?
Distribusi beras tertunda dan otomatis Minyakita ikut “terkunci” di gudang.

Solusi: Distribusi Fleksibel Harus Segera Diterapkan

Disperindag Sumut kini mendorong kebijakan baru agar distribusi bisa dilakukan secara parsial.

“Minyakita sebaiknya bisa disalurkan lebih dulu tanpa harus menunggu beras. Ini langkah cepat agar masyarakat tidak terus mengalami kelangkaan,” tegas Dedi.

Selain itu, penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan Bulog juga dinilai krusial agar rantai distribusi lebih efektif.

Aman di Stok, Sulit di Akses

Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan paradoks:
stok aman, tapi akses masyarakat terbatas.

Jika kebijakan distribusi tidak segera diperbaiki, kelangkaan Minyakita di pasar berpotensi terus terjadi, meski gudang dalam kondisi penuh.

Baca Juga  Oknum "Polisi Gondrong" Polsek Medan Timur Diduga Intervensi Konflik Pasutri, Ancam Periksa Pajak Hingga Provokasi Pekerja!

Intinya, persoalan bukan pada kekurangan barang, melainkan pada bagaimana barang tersebut sampai ke tangan rakyat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *