DELISERDANG – Warga Pekan Jumat dibuat terkejut dengan pengosongan mendadak lokasi perjudian meja tembak ikan yang selama ini beroperasi terbuka di wilayah mereka. Sejumlah meja judi yang biasanya ramai, tiba-tiba diangkut dan dipindahkan dari titik lokasi tanpa penjelasan resmi, Kamis (8/1/2026).
Menurut keterangan penjaga meja, pengosongan tersebut dilakukan karena adanya informasi akan terjadi penggerebekan oleh pihak kepolisian. Informasi itu, kata mereka, berasal dari seorang pria berambut kucir yang dikenal dengan sebutan Naibaxx
“Perintahnya turun berantai. Dari Naibaxx ke Marbxx, lalu ke kami para penjaga meja,” ungkap salah satu penjaga kepada awak media.
Pola penyampaian yang terstruktur ini justru memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga menilai, mustahil informasi penggerebekan bisa diketahui lebih dulu oleh pengelola judi jika tidak ada “jalur khusus”.
“Kalau pengusaha judi sudah diberitahu sebelum penggerebekan, berarti patut diduga ada kesepakatan. Ini yang membuat kami curiga,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Warga juga mempertanyakan klaim penurunan angka kejahatan, sementara praktik perjudian disebut-sebut tetap berjalan dengan aman. Bahkan, mereka menduga ada pembiaran sistematis terhadap aktivitas ilegal tersebut.
Ironisnya, di hadapan media, Kapolrestabes Medan kerap menyatakan komitmennya untuk memberantas segala bentuk kejahatan, termasuk narkoba dan perjudian. Namun di balik layar, warga menduga ada praktik “uang pengamanan” agar usaha ilegal tetap bisa beroperasi tanpa gangguan.
Kasus ini pun menambah daftar panjang keraguan publik terhadap keseriusan aparat dalam penegakan hukum yang bersih dan transparan.


















