banner 728x250

Kejar-kejaran Tengah Malam: Jermal 15 Kembali “Hidup”, Polisi Datang Lagi Untuk ke-8 Kalinya

banner 120x600
banner 468x60

LAMBEMEDAN – Saat sebagian besar warga Kota Medan terlelap, jarum jam nyaris menunjuk pukul 24.00 WIB. Namun di kawasan Jermal, Rabu (14/1/2026) malam, suasana justru tegang. Lampu rotator menyala, langkah aparat terdengar cepat. Polrestabes Medan kembali datang  untuk kedelapan kalinya.

Wilayah yang selama bertahun-tahun dicap sebagai “zona gelap” narkoba dan perjudian itu kembali digerebek. Bukan tanpa alasan. Meski baru sepekan lalu diratakan, Jermal seolah menolak mati. Barak-barak ilegal kembali berdiri, loket transaksi muncul lagi, seakan menantang negara.

banner 325x300

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., memimpin langsung operasi tersebut. Baginya, penggerebekan ini bukan sekadar penindakan hukum, melainkan perjuangan menyelamatkan manusia.

Baca Juga  Kompak Jual Narkoba, Sepasang Kekasih Diciduk Satresnarkoba Polrestabes Medan

“Kami hadir di sini bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi membawa misi kemanusiaan. Ini tentang menyelamatkan anak-anak bangsa dan masa depan generasi kita,” tegas Jean Calvijn di tengah lokasi penggerebekan.

Dua titik sasaran disisir aparat gabungan, yakni Jermal 15 dan Keramat Ujung. Hasilnya, petugas menemukan kembali bangunan liar yang diduga digunakan sebagai sarang transaksi narkoba dan praktik perjudian. Fakta ini membuat aparat heran sekaligus geram.

“Minggu lalu sudah rata dengan tanah. Tapi malam ini berdiri lagi. Ini tidak mungkin terjadi tanpa proses. Siapa yang membangun, siapa yang melindungi, semua akan kami dalami,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, 41 orang diamankan dari lokasi. Mereka masih berstatus terduga dan kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap keterkaitan dengan jaringan kartel Jermal yang selama ini dikenal kuat dan terorganisir.

Baca Juga  Pengosongan Mendadak Judi Tembak Ikan di Pekan Jumat, Warga Curiga Ada Bocoran Penggerebekan

Jean Calvijn menegaskan, perang melawan narkoba di Jermal belum selesai  dan tidak akan berhenti di angka delapan.

“Tidak ada ruang dan tidak ada toleransi bagi sindikat narkoba dan perjudian. Polda Sumut, Polrestabes Medan, BNN, TNI, Polri, dan Forkopimda sepakat: wilayah ini harus bersih, apa pun tantangannya.”

Malam itu, Jermal kembali sunyi. Namun pesan negara bergema jelas: setiap kali kartel bangkit, aparat akan datang lagi dan lagi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *